karena setelah tersipu, hatiku melembut lagi..
seusai waktu Shalat Jum'at, di bawah mendung, dengan alunan Ar-Rahman dari Fahad Aziz, juga aroma melati..
dengan sendu tapi haru..
di tengah Ramadhan yang baru..
hatiku mengingat bagaimana Rabbnya tak pernah putus asa padanya. dinamika dunia yang kadang sesak dadaku tak bisa menolak mengatakan: ini gila!
betapa mungkin sekali untuk menjadi keras dan sarkas. dekat sekali dengan gelap tanpa kendali. menjadi kebas jiwa dan hati. beku.
tapi senantiasa, Al-Lathif memberi hadiah-hadiah baru. seperti bunga yang tiba-tiba mekar. hujan yang tiba-tiba datang atau pergi. adik bayi yang lelap di gendongan. tawa jiwa-jiwa mungil yang ringan tanpa beban. tetiba mendapat pelukan..
lalu aku tersipu..
dan beku itu meleleh lagi. Rabbku pandai sekali menyentuh hati.. ♡
bagaimana aku tak rindu pada-Nya. Rabbiy. beruntungnya aku menjadi hamba Rabb yang bila hamba rindu pada-Nya, Ia jauh lebih rindu berjumpa..
Komentar
Posting Komentar