duatiga

bismillaah.. 
tulisan ini mungkin rada telat. tapi tak apa. aku teringat dulu sering menulis untuk pertumbuhan ama tiap tahun. maaf ya ama, sudah lama tak menulis. maaf kalau jadi terlalu sibuk sampai tak sempat meluangkan ruang untuk diri sendiri. ini buat ama, yang amat kusayangi. 

dua tiga ma, rasanya mimpi bisa tumbuh sejauh ini. dan aku.. masih sama sering lupa kalau sebelum orang lain, ada ama yang juga berhak disayangi. maka kalau ama penyayang, sudah semestinya ama juga penyayang pada diri ama sendiri. 

mau bilang, dua dua lalu penuh lelah ya? tapi malu. malu sama Allah kalau yang dilihat lelahnya saja. padahal ada banyak anugerahnya juga. tapi tetap, rasanya lelah sekali juga tak apa.. 

di dua tiga, hanya mau kasih pesan buat ama    (。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。)

ma, tahun-tahun dengan gelap yang panjang. sehari yang seperti setahun. biar itu memanjangkan sabarmu. melatih otot percaya dan tawakalmu. bahwa lagi-lagi, kamu akan melaluinya. ditemani Allah Yang amat lembut merawat ama. 

ma, jangan berhenti menjadi tulus dan berlaku dengan kebaikan ya. bahkan saat kamu ditusuk tajam. bahkan ketika kamu mampu membalas lebih menyakitkan. pada siapapun itu. sebab menjadi baik dan lembut.. adalah kehormatan yang Allah berikan. 

mengganti kebaikan dengan keburukan. kelembutan dengan kekasaran. pemaafan dengan dendam. hanya membuatmu rugi di kedua dunia. 

menangislah atas sakitnya. menangislah atas lelahnya. menangislah bahkan atas syukurnya. tak usah tanya manusia kapan mesti berhenti. manusia terbatas, sedang Allah menerima tangismu kapan saja. sebagaimana Yakub a.s menangis lama dan justru Allah puji sebagai sabar yang indah. 

indah ma.. bahkan sabar ternyata punya indah. coba ama lihat, mungkin sebab hubungan Yakub dengan Rabbnya, tangis derai-derai mengadu, yang membuat sabarnya indah. 

aku menyayangimu ama.. aku melihat segala luka dan bunganya. dan aku menerimamu. dengan segala naik dan turun. 

jangan jadi kasar lagi keras ya ma.. jangan jual keindahan hati yang untuk Allaah, dengan tak bernilainya dunia. 

jadilah ama yang terus bertumbuh. bahkan ama tak harus jadi bunga. ama bebaas jadi rumput pun tak apa. kita ridhaa atas apapun yang Allah hujani kita. fiihi khaair.

peluk erat ama sayang, 

kebaikan apapun yang kita tanam, Allah yang akan rawat bahkan ketika dunia telah melupakan. 


Komentar

Postingan Populer