butir-butir embun tahun ini

hendak menulis catatan-catatan kecil yg kudapati dari tahun ini. mungkin akan panjang, mungkin tidak. tapi semoga yg tertulis adl kebermanfaatan, biidznillaah
__
bukan canda
mungkin sepele bagi sebagian orang, tapi bagiku tidak. menjadikan canda perihal hubungan dg Allah bagiku menggelisahkan. misal lafaz dzikir tertentu yg diucap di keadaan tertentu n memang untuk membuat gelak tawa. well, mungkin saja aku pernah melakukannya. semoga Allah ampuni kita semua. tapi ke depannya semoga tak ada lagi canda ga lucu apalagi ketika kita membicarakan kebesaran Allah itu. ini memang luas sekali n ada hal-hal yg jelas boleh, sehingga bertanya pada hati salah satu cara membedakannya. 

lalu bercanda tentang keadaan fisik yg dirasa kurang meskipun itu mengenai diri sendiri. itu.. rasanya tak elok. bagaimana mungkin mengolok pemberian Allah yg diberi sebaik-baiknya dg fungsi n hikmah luas di baliknya. seolah mampu.. seolah mampu menciptakan sendiri kulit asli yg betul berfungsi meski hanya se-senti. we take many blessings for granted. padahal kita Ia buat kaya hanya dg menjadi hamba-Nya.
alhamdulillah 'ala kulli haal
__
dearest heart,
yg kaya hatinya tak tumbuh dr hidup yg biasa² saja. dilaluinya ujian luar biasa yg bahkan bila berlipat lbh banyak umurnya, akan tetap kewalahan menghadapinya. beratnya menusuk, tp kadang dunia menertawakan ekspresi sakitnya katanya berlebihan. 

tak apa.. lagi² itu bagian dr ujiannya. berlapis ditempa. tak mengerti lagi akan kemana. utk sepenuhnya merasa, tak ada siapa² n tak butuh menyandar siapa². hanya Allah.

di situlah.. hati itu melihat kebutuhan tak terbatasnya. keberhargaannya, perlindungannya, ditemaninya, rezekinya, semua ditampung Allah tanpa Ia kewalahan sedikitpun. tanpa menjadi lupa krn banyak yg Ia urus. tanpa menjadi tak mendengar krn banyak hambaNya jg berdoa. 

tidak.. hati itu kaya karena berusaha mengenal Allah sungguh². n dlm bertambah mengenal-Nya, setiap langkah terasa mengagumkan
__
acne is ok
dua tahunan lalu pertama kalinya wajahku berjerawat sebanyak itu. bersamaan dg kondisi fisik n mental yg memang sedang kacau. tapi karena keadaan batin yg amat sangat gelap, hal-hal lain menjadi tak terlalu merisaukan. lalu saat pelan-pelan kembali hidup, aku mulai menyadari keadaan wajahku. memang agak gelisah, hanya saja bersamaan dg itu aku sedang memulih dan mulai melihat perjalanan hidup diri sendiri. sehingga yg hadir adl syukur karena sayaang. sayang dg senyum di wajah ini yg mahal sekali, yg pernah hilang pendarnya dalam waktu yg lama. melihat wajah sendiri.. adl melihat perjuangannya yg tentu akulah manusia yg paling mengerti setiap perjalanannya. 

justru setelah itulah, jerawat itu terus mereda. secara batin, ialah saat aku mulai menerima dan sayang. secara fisik, adalah dg masker gandum yg kugunakan. ya sederhana! alhamdulillah n it works. 

nah beberapa hari ini jerawat kembali hadir. cukup nampak krn tak hanya satu n tak kecil. ntah rasanya aku jg tak buru-buru ingin 'memberantasnya'. rasanya tak apa.. tak apa sesekali ia datang. kujuga pelan-pelan belajar apa yg hendak ia sampaikan. dan juga, biar aku jg merasakan bahwa berjerawat lagi tak membuatku buruk. tak membuat tiba-tiba nilai diriku merosot. juga biar.. biar yg melihat pun jg menyaksikan jerawat itu tak apa. tak sempurna itu tak apa-apa. 





Komentar

Postingan Populer