Bangun Siang
setelah sekian-sekian, bismillah nulis sini lagi. personal banget tapi biar, biar jadi catatan pertumbuhanku juga yg mudah diakses.
hari kedua aku bangun siang dg niat. hihi. alhamdulillaah. abis bangun jam setengah delapan. setelah perenungan demi perenungan yg cukup berputar dulu, akhirnya menemukan kesimpulan: diam-diam aku masih ketakutan.
takut sekali dengan gelap kemunduruan. himpit terjebak. ketakberdayaan yang amat sangat menyesakkan. takut.. depresi datang lagi.
sehingga meski displin baik, tapi ada lapis cemas yg membuat tak tenang. lapis cemas yg akhirnya kalau aku bangun tak gasik krn tidur lagi, aku cemas. kalau ruangku berantakan, aku cemas. kalau sakit lalu beberapa hari tak kena matahari langsung, aku cemas. cemas kalau hal-hal harianku tak sempurna, menjadi tanda-tanda depresi yg menakutkan datang.
menakutkan. menyeramkan. melelahkan. kemana akan keluar dari kegelapan?
sehingga entah sampai kapan ketakutan ini akhirnya bisa dinetralkan. hari ini pun aku belum tau jawabnya. karena rasanya itu semua masih sangat menyeramkan. tapi hari ini, aku telah mencoba keluar dari cemas. bangun siang.. dan ternyata gapapa loh ma sedikit bangun siang
Komentar
Posting Komentar