kakek meriam..
kali ini aku ingin bercerita sepenggal kerentananku,
hari ini kek, aku hampir menyerah. rasa sakit trigger yg tetiba muncul. walau telah lama kutakmerasa seberat ini. ternyata tetap saja, saat datang lagi sakit sekali sampai aku ingin lari. berada di sekitaran lubang gelap yg sungguh kutakuti. pelan kumulai meresapi, bahwa Allah penjagaku, maka Ialah yg menjamin aku takkan dicelakai.
masih gelap.. sampai aku mendengar kabar kesyahidanmu yg pasti. huhu sebelumnya aku masih tak mau mengakui. kabar itu menggetarkanku. sedih, pecah, ooh bagaimana bisa.. yah, kumenangis. kutau engkau pun tak mengenalku, kek. tapi bagaimana kalau nanti di surga kita bertemu saja? engkau kakek yg penyayang sekali.
rasanya baru kemarin mendengar kesyahidan kakek gunung, kini engkau. rasa sakitku sendiri, tetiba menguap. berganti air mata melihat kepergianmu. kek, seberapa berat perjuangan itu?
22 tahun kek, engkau ada dalam penjara kejam itu. kesabaran macam apa.. kecerdasan seperti apa.. dan terpasti, keimanan sekokoh apa yg kau miliki kek.. di jaman ini. di akhir jaman ini.
terbebasmu justru membawa ide² brilian. pondasi² strategi juang. padahal, siapa yg tak letih setelah dipenjara selama itu? ya Rabb
aku belajar darimu kek, tentang ketahanan. pelajaran panjang. bahwa untuk Allah, selalu ada cara untuk bangkit lagi. walau ada di titik paling nadir.
ini untuk Allah..
sungguh sepanjang jalan ini untuk Allah..
salamun'alaikum ya syuhadaa'
tulisan ini, supaya aku mengingat ketangguhan perjuangan...
Komentar
Posting Komentar