hiduplah dg baik, pulanglah dg indah

nasihat hakikat kehidupan sering datang justru dari kematian. 

kekhawatiran, kecemasan, rancangan ke depan ku yg mengambil tenaga besar bisa sia-sia kalau aku lupa merencanakan kematian. sementara semua yg kupersiapkan panjang-lebar bisa putus serentak dg kenyataan kematian. tak ada andai-andai lagi, di depan mata hanya kenyataan alam kubur yg dibentengi keadilan. 

benar. mau atau tidak, bersiap atau tidak, aku akan menghadap Tuhanku. sendirian. 

menyeimbangkan harap dan takut. rindu dan mawas. betapa jelas sekali, aku dan dosa-dosaku di memori. sementara yang tak kuingati atau kusadari, aku tak tahu berapa banyak. Rabbii inni dzolamtu nafsi fagfirli. Allahumma innaka 'afuwun tuhibbul 'afwa fa'fuanni. 

juga sebuah pegangan, kalau kamu rindu bertemu dengan Allah, Allah lebih rindu bertemu denganmu. 
indahnya,
indahnyaa, 
adakah cinta lebih indah dari ini? lebih sempurna dari ini? cinta yang bebas rasa sakit? 
Allahumma inna nas'aluka hubbak, wa hubba kulla man yuhibbuk, wa hubba 'amalin yuqorribuna ila hubbik. 

semoga semua kepemilikan, rasa, tautan hati di dunia, bersambung kepada-Nya. sehingga sejati. tak binasa.

: ingin pulang dengan hati bahagia. menemui-Nya dengan ridha nan diridhai. 

bukankah ini yg semestinya kuingat. rawat. genggam kuat-kuat. di dalam dan luar Ramadhan. di dalam dan luar rumah. di dalam dan luar masjid. 

Ramadhan.. aku sungguh bersedih kamu hampir pergi.. 

Komentar

Postingan Populer