Setangkai Mawar Untukmu
perjalanan jiwa tak mudah. dinamika hati kadang lebih lelah. sebuah pesan kuterima ingin kutulis ulang di sini.
setangkai mawar yang menghibur hati,
memilikinya harus menerima duri
“Maafkan dirimu sendiri. Aku tahu ini sulit.
Maafkan dirimu sendiri karena tak sempurna. Untuk menjadi lebih manusiawi dari yang kau inginkan. Karena menjadi lebih manusiawi dari yang kau kira adalah mungkin. Aku memintamu untuk memaafkan diri sendiri karena itu adalah pengampunan yang paling sulit.
Tuhan? Dia memaafkan. Terkadang seketika ketika kau meminta pada-Nya. Mintalah pada-Nya, ubahlah caramu, dan pengampunanmu dijamin. Kamu akan menemukan Dia di hadapanmu, Yang Maha Penyayang dan Penuh Kasih, Pengampun segala dosa.
Memaafkan diri sendiri lebih sulit.
Kesalahan yang kau lakukan tertanam dalam pikiranmu, menggambarkan gambaran yang akan terus kau ingat. Dan gambarnya tidak bagus, tidak pernah bagus, tidak pernah akurat. Seringkali mereka lebih buruk, lebih gelap, lebih jahat dari yang seharusnya kamu terima.
Kamu akan tenggelam dalam segala hal yang dilakukan oleh kata-kata, tangan, dan pikiranmu. Dan hal itu terkadang akan menghantuimu selama bertahun-tahun. Mereka akan menghantuimu sampai kamu yakin bahwa dirimu tidak layak menerima anugerah Allah. Sehingga kamu berhenti meminta, bukan karena Dia tidak ada untuk mengampuni, tapi karena kamu tidak bisa memaafkan diri sendiri.
Kamu bukanlah dosamu. Dosa-dosamu tidak membatalkan semua kebaikan yang telah kamu lakukan. Dosa dimaksudkan untuk terjadi agar kamu dapat kembali kepada-Nya.
kamu adalah jiwa yang diciptakan oleh Allah sendiri. Layak mendapatkan kehangatan. Layak untuk dipeluk dengan penuh kasih. Layak mendapatkan kebahagiaan yang tidak terputus. Pantas mendapatkan kelembutan yang membuat kamu merasa aman.
Dia telah menghormatimu dengan kehidupan ini. Dan kamu berhak menjalaninya dengan keyakinan bahwa Dia menyertaimu, di saat senang dan susah, saat imanmu naik dan turun, saat kamu tertawa dan saat kamu menangis.
Dia bersamamu dan Dia tidak meninggalkanmu.
Maka maafkanlah dirimu karena menjadi sebagaimana Ia telah menciptakanmu : manusia."
- Asmaa Husain
Komentar
Posting Komentar