lighter

pada jalan berduri yang sedikit dimengerti
manusia menyoraki untuk belok kiri
sesuai peta yang banyak dipahami

pada badai besar merusak
mereka bicara tentang teguh meneruskan jalan
katanya itulah keputusan paling jantan

di belok kanan,
diragukan semakin menyakitkan
disoraki berkali lipat mengiris hati

ruas jalan kesekian,
belok pada yang lebih sunyi
ambil yang sempurna tanpa penghuni

seolah kaki itu tak pernah getar
seolah hati itu takkan gentar
padahal jiwanya berkali lebur redam

mereka hanya tak paham,
tentang dua pilihan yang lebih tak menyakitkan
dua jalan yang lebih tak menghancurkan

jalan kara,
jalan bara,
di akhir kita dihisab sendirian 

Komentar

Postingan Populer