sayang
sebetulnya nulis di blog tu lebih nyaman, karena bacanya ga ke-distract sama gambar-gambar atau postingan lain. juga, di sosmed semacam ig, kalo aku pribadi ngerasa kurang fokus. info-info yang penting pun, yang mengandung ilmu, kadang ngga bener-bener merasuk ke pemahaman karena saking banyaknya yang lewat. tapi itu aku sih, entah aku doang atau ada juga yang ngerasa sama. intinya, informasi hari ini emang meluaap banget. jadi, sampai saat ini kayanya blog emang lebih nyaman. cuman bagaimanapun, aku hanya pengen sharing sederhana di sini apa yang kudapet dari suatu sumber. bukan apa-apa, karena baru ini sarana yang bisa kugunain untuk (semoga) kebermanfaatan.
tapi sebelumnya, mau ngingetin diri terutama, bahwa baca buku dan hadir di majelis itu tetep cara menuntut ilmu yang paling bisa dipertanggungjawabkan. hmm. ngga dipungkiri tetep dari dua jalur itulah sumbernya ilmu. baca postingan dakwah dari awal dia post sampai paling akhir pun, bedaa rasanya dibanding hadir di majelis ilmu atau baca buku. juga, aku masih sangat tertatih belajar, dan masih belajar terus buat menempatkan mana yang harusnya aku diam, dan mana yang baik buat dibagikan. tanpa merendahkan atau menyalahkan siapapun, udah jadi pemandangan keseharian kita kalo siapapun punya keleluasaan ngomong. lewat berbagai jalur di sosmed, kita berbagi. apapun. entah benar atau salah postingannya. maka aku jg minta maaf, kalau yang kusampaikan keliru, atau aku malah menulis opini yg ngga ada manfaatnya, atau membagikan kisah dengan sudut pandang yang salah.
okee lanjut, jadi tiap jumat malam ada kajian online gitu yang ngadain Rahmah Foundation, pendirinya dr. Raniaa, tapi kalo di Indo waktunya jadi pas sabtu pagi. nah, kemarin itu dr. Rania bahas tentang 'mercy', rahmat-Nya Allah. dimulai dengan sebuah kisah,
suatu saat Rasulullah dan para sahabat selesai habis perang. mereka masih di medan perang membereskan alat-alat dan mengurus jenazah syuhada. kondisi waktu itu tentu orang-orang tengah letih juga sedih melihat kawannya sudah tiada. lalu ada seorang ibu datang sambil menangis mencari-cari anaknya. ya anak ibu itu syahid. di tengah keadaan itu, Rasulullah yang sedang berada di sekitar sahabat tetiba bertanya,
"menurut kalian apa mungkin ibu itu rela melemparkan anaknya ke neraka?"
dengan agak kaget para sahabat mengalihkan perhatian ke Rasulullah.
"tentu tidak ya Rasul", jawab para sahabat.
"begitulah, dan Allah lebih sayang kepada hamba-Nya daripada ibu itu."
kisah mengagumkan yang mengetuk-ngetuk kesadaran. ah, seberapa yakin aku bahwa Allah menyayangiku..
lalu dr. Rania berkisah tentang betapa penyayangnya Rasulullah, bahwa Rasulullah dekat dan lembut dengan anak-anak. juga berkisah tentang Umar. Umar bin Khattab tentu kita tahu, beliau dikenal sebagai seorang yang kuat, pemberani, sangat ditakuti bahkan setan pun takut pada Umar. tapi siapa yang menyangka? setelah beliau menjadi khalifah berubah menjadi amat penyayang. Khalifah Umar sangat perhatian kepada rakyatnya. malam-malamnya beliau habiskan dengan memastikan kondisi rakyat. berkeliling, memasakkan makanan, mengangkut sendiri gandum, mendengar keluhan rakyat.
Ar-Rahim, adalah nama Allah. Yang Maha Penyayang. dalam sebuah hadits qudsi, Allah mengatakan, ‘Aku adalah Allah, dan Aku adalah Arrahman (Maha Pengasih), Akulah yang menciptakan rahim (ibu), dan Aku ambilkan sebutannya dari nama-Ku (Arrahim, Maha Penyayang), barang siapa yang menyambungkannya, maka Aku akan menyambungkan (diri-Ku) dengannya. Tapi bagi yang memutuskannya maka Aku pun akan memutuskan (diri-Ku) dengannya.' (HR. Tirmidzi).
maka dalam tubuh perempuan, Allah telah titipkan nama-Nya. bentuk kasih sayang-Nya. dan bahwa Allah menciptakan kita, sebab kasih sayang-Nya. Allah tidak menciptakan kita secara main-main.
dalam hadits, Rasul juga mengatakan, orang yang memberi kasih sayang maka dia akan mendapatkan kasih sayang Allah, sayangilah orang yang di bumi, niscaya kamu akan dikasih sayangi yang di langit (HR. Bukhari)
betapa kasih sayang adalah sebab kita ada, Allah itu amat penyayang kepada hambanya, kasih sayang adalah bagian dari hidup kita. Allah menyayangimu, dan sayangilah manusia, sebab mereka adalah hamba-hamba ciptaan Allah, yang Allah sayangi.
kita, yang berdiri di sini, saat ini. masing-masing membawa luka dari apa yang orang lain torehkan. padahal Allah dan Rasul-Nya itu penyayang dan memerintahkan kita untuk jadi penyayang. maka, dengan semakin tahu nya kita akan Rahim-Nya Allah, semoga kita bisa menyayangi lebih baik lagi. berusaha untuk tak menyakiti hati siapapun dengan kata-kata atau perbuatan. dan kita perlu berubah. sebagaimana Umar saja mampu berubah.
begitu nasehat dr. Rania :)
Komentar
Posting Komentar