kamu berhak bahagia.. (2)

setelah berbagai hal terjadi, aku memutuskan untuk terapi dengan psikolog. yah, keadaan waktu itu aku juga sedang minum obat. tapi entah, guncangan-guncangan kuat kembali datang. oke fix, aku mau terapi, aku mau hidup lagi. (sebenernya, kalo yg aku tahu dari Bu Silmy, disarankan ke psikolog dulu baru ke psikiater, tapi karena agak kesulitan nyari psikolog waktu itu jadi aku langsung ke psikiater) 

namanya DEPTH terapi. aku konsul ke beliau, psikolog pakar terapinya. terapi berlangsung dari jam 5 sore sampe mau isya. ngeluarin luka-luka di alam bawah sadar, sambil merem, sambil ngetuk-ngetuk beberapa titik akupuntur. betul-betul ngeluarin banyak energi. tapi habis itu ploong  
'gimana, lega? berkurang berapa persen?' tanya beliau.
'lima puluh, ee empat puluh'
'PR, pokonya malem ini lakuin lagi sendiri ya, biar tuntas'

dan rasanyaa, hidupku berubah. masyaAllah. cahaya hidup itu kembali menelusup hangat merasuk ke dalam jiwa. wakakak. serius tapii, rasanya seperti hidup lagii. ya Allah, alhamdulillaah alhamdulillaah. 

dari situ juga aku belajar, untuk nggak mengabaikan akar masalah. mencari penyebab, menemukan solusi, menemukan cara merawat lebih baik lagi. karena dari kejadian-kejadian, Allah juga hendak menyampaikan berbagai pelajaran. Allah itu sedang mendidik kita dengan semua rangkaian takdir kita masing-masing. 

dengan sekali terapi apa semuanya selesai? tentu engga. perlu mengulang-ulang lagi sendiri, belajar banyak hal untuk merawat diri lebih baik lagi. dan kalo kata Teh Febri, setelah mengeluarkan semuanya itu kita kaya lagi ngosongin wadah, maka habis itu harus segera kita isi dengan tazkiyatunnafs, penyucian jiwa. jangan berhenti mengingat Allah dan mencari tahu Rabb kita, Yang Maha Cinta. karena sayang, kalo setelah kosong wadah justru kita isi dengan kotoran-kotoran lagi.

*eiya, tambahan, aku juga mulai konsumsi bubur talbinah.

dan memang, ngga serta merta jadi pulih full. tetep butuh waktu, butuh sabar. untuk siapapun yang tengah melalui yang kaya gini juga, semoga jadi motivasi kalo kita bisaa, sembuuh insyaAllah. kita, semuanya, berhak bahagia. cara sembuhnya ngga harus sama. sembuh itu dari Allah dan terserah Allah kita dibuat cocok dengan pengobatan yang mana. pun ngga ada luka yang sama, bahkan kalau sebutan sakitnya sama. karena ngga ada yang melalui jalan hidup yang persis sama, ngga ada yang punya karakter, cara tubuh merespon, yang plek sama. kita melalui jalan kita masing-masing. bukan beratan siapa, kerenan siapa. pada akhirnya semua maunya surga, dan masuk ke dalamnya dilihat dari hidup masing-masing, bukan hidup orang lain.

teringat pesen Dr. Bagus Riyono, 
Hidup tidak tetap di tengah, ia selalu berkembang sampai akhir. sepanjang jalan yang harus kita lakukan adalah tidak pernah berhenti belajar.

oiya, oiyaa, reminder terutama buat aku sendiri. belajarlah.. terus.. untuk melembutkan hati, melatih rasa lebih peka, melihat kehidupan di luar diri dengan penghormatan dan kerendahan hati. betapa banyak kata-kata menyakitkan telah menghancurkan jiwa-jiwa. betapa banyak perlakuan kasar membunuh turun temurun generasi. jangan sampai, perbuatanmu yang kamu anggap biasa saja, telah melukai salah satu hamba kesayangan Allah, lalu ia mengadu kepada Allah, dan Allah marah. Allah itu Maha Penyayang, Maha Lembut. Rasulullah juga figur penyayang, yang lembut hatinya.. dan suka mencintai.. 

Allahumma shalli ala Muhammad 




Komentar

Postingan Populer