nggak keren

entah apa yang merasukiku. wkwk. tetiba hatiku tergerak buat nulis ini.

pernah ngerasa nggak keren? ato sering? ato selalu? kenapa? 

apa karena orang lain bilang gitu? ato sadar diri aja, membandingkan diri dengan yang laen? ato ada alasan lain? 

tapi kalo didenger-denger lagi, keren itu emang deket sama subjektivitas ya. opini. pandangan. tanggapan. biasanya kalimatnya begini, dia keliatan keren. emm memukau gitu. beda sama amanah, misal. amanah itu walopun bisa dari opini orang, tapi lebih kerasa objektif. kadang musuh pun bisa bilang dia itu amanah kalau emang begitu nyatanya plus si musuh juga objektif. 

aku pengen cerita pandanganku, yang boleh diterima atau ndak. yang bisa juga aku salah. pun ini pengingat buat diri.

beberapa tahun lalu, Allah pilihkan buatku sebuah takdir, atau rangkaian takdir, yang mengurass energi. keadaan yang buatku, itu menghimpit hati. gelap sekali. karena suatu kondisi, aku bertemu tanggapan-tanggapan manusia yang bikin lebam perasaan, mengenalkanku pada sangat subjektifnya manusia. ibaratnya, jatuh trus keseleo, meringis dan nangis. tapi apa yang didenger justru kalimat yang merendahkan, hei gitu aja jatuh, dsb. itu berlanjut, dan berlangsung bertahun-tahun. merembet ke pilihan yang kuambil direndahkan, mimpiku diremehkan. betul-betul berbagai kalangan yang berkontribusi 'posting' komentar, seperti tak ada dukungan yang bersisa. wkwk. tapi poinnya bukan itu. 

dari rangkaian takdir itulah Allah menunjukkan betapa dipuji atau direndahkan ndak bermakna apa-apa. karena sehabis waktu berselang, beberapa tahun setelahnya pujian yang datang. ini hanya soal waktu, dan bagaimana takdir itu Allah pergilirkan. 

hei, kamu, kita. yang tengah meniti takdir yang Allah gariskan. siapa yang selama ini matanya berkaca menahan sesak karena sulitnya melalui hari-hari? kamu kan. siapa yang nemenin dan ngasih hadiah-hadiah yang bikin kamu bertahan di tengah sulitnya kondisi? yang paling ngertiin kamu? Allah kan. betapa indahnyaa, kamu dan Allah saja. yah, memang nggak mudah. belajar terus tiap hari. 

lihat, dan lihat lagi. bukankah merasa cukup dengan pandangan Allah saja, jadi salah satu kekuatanmu? dengan itu pandanganmu tetap tertuju ke tujuan. ndak goyah walau manusia bilang, pilihanmu nggak keren, jalanmu nggak keren, kamu nggak keren. sementara orang-orang hebat, memang muncul dari jalur-jalur gila.

bahkan, pujian manusia itu ngga ada nilainya (beda ya pujian sama dukungan, yang mendukung belum tentu memuji dan sebaliknya). tapi kalo dukungan menurutku memang bermakna, meski kalaupun nggak ada yang mendukung bukan berarti jadi gabisa apa-apa selama Allah bersama kita. 

kesempatan hidup ini punya nilai yang besar, jauh lebih besar dan gabisa dibandingkan dengan ridhanya manusia. bukannya nilai dunia itu lebih murah dari sayap nyamuk? terus nilai tanggapan manusia seberapanya?

surga itu mahal.. di pintunya ada malaikat yang memberi salam,

"salamun 'alaikum bima shabartum fani'ma uqbaddar"

“keselamatan bagi kalian dari segala keburukan dan hal yang tidak diinginkan berkat kesabaran kalian, sebaik-baik tempat tinggal adalah surga.”

semoga Allah mampukan kita jatuh cinta, dengan bagaimana Ia mendidik kita :)

Komentar

Postingan Populer