selamat malam, jiwa
nitip pesen darimu buat dirimu,
"kepadamu, kesayangan
terima kasih sudah banyak berjuang, teruus, hingga hari ini. berapa ribu hari ya? hehe
pada takdir-takdir yang tersusun menjadi kehidupan seorang kamu hari ini, ada takdir berat yang kamu lalui. hari-hari gelap yang kamu hari ini masih heran, bagaimana bisa aku melaluinya waktu itu?
tapi begitulah, kita bukan hidup semau kita. ya mengalir, tp bukan mengalir tanpa ada yg mengalirkan, tak bertujuan. kita dibimbing, kita ditatih, kita dilatih, oleh pemilik setiap partikel yg menyusun semesta, oleh pemilik setiap detak kehidupan. yang paling penyayang, yang tak pernah meninggalkan.
tak apa ya? kalau beberapa luka jatuhmu yg lalu belum pulih sempurna. kalau saraf-saraf yg selalu bekerja keras itu belum selesai mengirim sinyal-sinyal memori masa lalu sebagai hikmah yg nyaman dikenang.
tak apa ya? walaupun kamu kemarin sudah bertahan begitu hebat di tengah terjangan bertubi, tp kini masih harus menyelesaikan kisah yg kamu harap sudah lama usai.
kamu boleh kok merasa berat, boleh sekali malah. kamu boleh menangis. kamu bisa menepi dan memilih apa yg membuat hatimu merasa aman.
kenapa ya?, aku juga sering bertanya. kenapa ya fase berat itu rasanya panjaang sekali sampai aku tak bisa mengira akan dimana ujungnya? kenapa ya, Allah kasih rasa terhimpit yang sangat menyesakkan dada? tangis yang sulit berhenti, atau malah rasa hampa mati rasa hingga tak bisa menangis? kenapa harus beginii?
kamu tau kenapa? sebab tempat istirahatmu nanti itu nyamaan sekali, tak ada tangis, tak ada luka, tak ada ditinggalkan, tak ada meninggalkan. sehingga riwayat perjalananmu ini, akan membuat hatimu mekar, bersyukur berkali lipat di tempat istirahat nanti. betapa Allah memberikan balasan sabar tak berbanding, balasan nikmat yang terlalu besaar, sampai lupa kalau pernah terluka di sini.
adakah batasan untuk sabar?
tidak. tidak sebab Allah balas sabar dengan luapan nikmat tak terhitung, yang kelak membuatmu tersenyum tanpa henti, senyum tanpa merasa lelah, senyum yg jauh lebih manis daripada senyummu hari ini, tentu.
maka, kamu, terima kasih ya tak henti melangkah. meski gemetar, terseok, patah-patah.
bahkan di sini, banyak sekali Allah beri limpahan sayang. energi yg terus ada sekalipun kamu berkali-kali merasa jiwamu sudah sangat low battery.
barangkali, satu-satunya hal atau salah satunya buatmu, yang membuatmu terus bertahan tak mandeg adalah tujuan. kenapa Allah beri aku takdir-takdir yg semacam ini? adakah sesuatu yg hendak Allah sampaikan dg rangkaian ujian ini?
apakah kamu mengira Allah menciptakanmu main-main? kata Allah.
bahwa ternyata Allah beri syakilah, di setiap diri. Allah beri passion yg sudah ada sejak diciptakan. kemampuan, kelebihan, yg dengan itu setiap jiwa bisa memberi arti buat dunia sesuai kadar dirinya. yg dengan itu pula ia berbekal menghadap Allah, 'ya Allah dg kemampuan yg Engkau beri dalam bidang ini, aku mengabdi, memberi arti, menebar manfaat'. kemampuan berbuat baik apapun tak Allah bedakan. bukan yg dipandang keren saja oleh manusia. bahkan pada hal-hal sederhana yg membawa kebaikan. sebab kebaikan-kebaikan itu berbalas surga. dan tak ada yg remeh bila itu tentang surga.
selamat malam, jiwa
kita sudah hampir bertemu fajar"
Komentar
Posting Komentar