Bejo, katanya
Akhir-akhir ini kata bejo semakin sering disebut. Ketika kemudahan dan kemujuran bertandang kepada seseorang. Padahal dalam prediksi manusia, ada yang lain yang lebih mungkin mendapatkannya, maka ramai disebut orang ini bejo.
Begitukah jalannya kehidupan?
Yang bejo yang menang?
Ah, manusia sibuk sekali memprediksi, mencari data, memperkirakan. Biar semua rencana jadi logis. Meminimalisir gagal. Lalu saat yang terjadi melampaui logika, diksi akhirnya, bejo.
Padahal, di atas logika ada kuasaNya. Padahal tak ada satu pun kejadian yang luput dari rencanaNya. Pun kalau korektor ujian hanya melihat skor, Allah melihat seluruh riwayat kehidupan. PertimbanganNya yang paling sempurna.
Bukan semata bejo, itu karena Allah memang menginginkan. Dan takdir itulah yang paling pas untuk si manusia. Itu pasti.
Dear me,
/maret, '21
Komentar
Posting Komentar