Bagaimana Mengakhiri
Kemarin, sembari kumpul keluarga yang amat mahal itu aku mendengar cerita.
Seorang ayah meninggal karena terjatuh dari genting rumahnya. Maksud hati ingin memperbaiki yang rusak tapi qadarullah malah dengan cara itu beliau berpulang. Keluarganya berduka tentunya, tapi tak hanya itu, masyarakat sekitar, yang mengenal beliau merasakan kehilangan yang amat dalam. Bahkan katanya, sambutan pelepasan jenazahnya begitu lama, saking membekas kenangan baiknya.
Beliau adalah pejabat yang begitu tawadhu'. Rumahnya ia bangun sendiri selama 5 tahun. Setiap kali tahun ajaran baru, beliau mengajak anak-anak desanya ke mall, membeli alat tulis. Bahkan, ketika pulang dari kerjanya di luar kota, bila di jalan daerahnya ia temukan kerusakan, selokan mampet misal, maka sampai di rumah segera diambilnya cangkul, lalu pergi lagi memperbaiki selokan tersebut. Masyaallah. Allah mencabut nyawanya di Sya'ban ini.
Bila kata Ustadz Adi, barangkali saudara kita yang dicabut nyawanya sebelum ramadhan, itu karena Allah sudah merasa amalannya cukup. Tak usah bertemu ramadhan ia sudah mendapat surga. Maka kita yang diberi ramadhan, diberi kesempatan untuk mengisi bekal, mari isi dengan hati khusyu'. Menemui maut dengan sepenuh rindu.
Semoga kita dipertemukan ramadhan :)
Seorang ayah meninggal karena terjatuh dari genting rumahnya. Maksud hati ingin memperbaiki yang rusak tapi qadarullah malah dengan cara itu beliau berpulang. Keluarganya berduka tentunya, tapi tak hanya itu, masyarakat sekitar, yang mengenal beliau merasakan kehilangan yang amat dalam. Bahkan katanya, sambutan pelepasan jenazahnya begitu lama, saking membekas kenangan baiknya.
Beliau adalah pejabat yang begitu tawadhu'. Rumahnya ia bangun sendiri selama 5 tahun. Setiap kali tahun ajaran baru, beliau mengajak anak-anak desanya ke mall, membeli alat tulis. Bahkan, ketika pulang dari kerjanya di luar kota, bila di jalan daerahnya ia temukan kerusakan, selokan mampet misal, maka sampai di rumah segera diambilnya cangkul, lalu pergi lagi memperbaiki selokan tersebut. Masyaallah. Allah mencabut nyawanya di Sya'ban ini.
Bila kata Ustadz Adi, barangkali saudara kita yang dicabut nyawanya sebelum ramadhan, itu karena Allah sudah merasa amalannya cukup. Tak usah bertemu ramadhan ia sudah mendapat surga. Maka kita yang diberi ramadhan, diberi kesempatan untuk mengisi bekal, mari isi dengan hati khusyu'. Menemui maut dengan sepenuh rindu.
Semoga kita dipertemukan ramadhan :)
Komentar
Posting Komentar