Perihal Kita
Boi, sdh berapa kali jatuh kau alami?
Sudah besar (baca: tua) kamu ya. Berapa kali sudah kau dipuji, "Makin cantik kamu ya..." "Cakepnya.." "Pinter banget" dan seterusnya.
Kamu sekarang keren. Ngga kebayang dulu waktu kamu ingusan. Culun, kata orang. Tapi ada kenangan saat culun itu yang mengundang rindu. Iyakan? Kamu masih terlalu suci waktu itu. Tak mengerti apa-apa. Tak peduli menceng jilbabnya atau tak disisir rambutnya, boro-boro pakai parfum. Waktu SD saja, sehabis main sepak bola masuk kelas dengan peluh mengalir di dahi.
Kamu berpikir menjadi dewasa itu keren. Seolah menjadi dewasa dan sibuk itu cita-cita.
Dulu kamu idealis...
Boi, sungguh menjadi berprestasi, terkenal, cantik, cakep, itu ujian.
Sewaktu-waktu kelebihan itu bisa dicabut. Lagian siapa sih yg bikin kita pinter? Yang nyiptain rupa kita?
Padahal bisa saja tiba-tiba jadi ga bisa, tiba-tiba jadi jelek wajahnya.
Ini cuma dunia. Yang perumpamaannya seperti mimpi. Sebahagia apapun kita di dunia mimpi pada akhirnya esok kita harus bangun dan menghadapi the real life. Di akhirat.
(setelah bolak-balik kubaca ulang tulisan lama ini, aku sadar, ini ngga lg ngomong ke diri sendiri keknya. wkwk)

Komentar
Posting Komentar