Willing

Bukankah mentari masih terbit? Angin masih mengusap lembut wajahmu lalu bilang, selamat pagi. Semalam pun setandan kurma masih menggantung di langit, bersinar diantara kerlip bintang. Waktu berjalan dan kamu boleh ikut berjalan atau hanya mau diam ditempat.
Yang berat itu sabar. Sabar ketika tubuh rasanya lungkrah dan masih ada kewajiban yang harus dikerjakan. Sabar saat otak tak bisa dipaksa lagi untuk berfikir gegara nyeri dimana-mana padahal esok ujian. Sabar menahan pusing padahal masih ada kegiatan hingga malam. Betapa sakit itu cobaan untuk siapa saja, dokter sekalipun.
Bukan ingin mengatakan 'what a pity me!'. Siapapun pernah. And each of us have our own condition. Tiap kita punya pantangan dan kondisi masing-masing.
I just learned that,
Ridha itu indah. Saat tiap hari harus minum obat yang rasanya 'nggak mirip sama sirup' bilang, ya Allah aku lakukan ini sebagai bentuk amanahku atas ribuan sel yang kau titipkan padaku. Saat orang-orang 'maem hah'. Makan apa yang nggak boleh buat kita makan bilang, ya Allah aku sayang tubuh yang Engkau karuniakan padaku, aku nggak ikut makan itu, tapi gantilah itu di surga Ya Rahim. Saat orang-orang melakukan apa yang tak bisa kita lakukan. Lalu hanya bisa melongo bilang, aku ridha ya Allah.. aku ridha..
Ridha itu, meski pipimu basah oleh air mata, tapi mulutmu tak mengatakan apa yg Allah tak suka

Komentar
Posting Komentar