Biar Berdua Aja




   Akhirnya, di fase terberatmu hanya tertinggal Allah dan kamu saja. Tak ada yang mampu bertahan, memasuki lorong-lorong hatimu. Sempit dan terlalu sulit dibaca. Seolah hanya kesedihan saja yang ada. Beberapa, sekuat tenaga membobol pintu-pintu disitu. Tapi tetap. Mereka orang lain. Bukan pemilik hati itu.
Yang paling paham seluk beluk rumah adalah pemiliknya.
   Ketika semua menyerah. Pamit undur diri. Angkat tangan. Maka kau ditinggal sendiri. Menatap punggung mereka. Mengelap luka sambil tersenyum. Tentu bukan terpaksa. Tapi senyum disamping menahan perih..
  Ya Allah boi, Allah tahu.. bahkan ketika kamu cuma diem.. nggak bisa jelasin apa-apa lagi.. cuma ngalir tuh airmata..
  Hari ini masih ada malam. Masih ada ruang untuk membangun kekuatan. Masih ada kesempatan untuk merenungkan, untuk mengadukan.

×pict from pinterest

Komentar

Postingan Populer