A whisper


  Tak ada rindu yang benar-benar terbayar. Begitu adanya. Karena rindulah yang menghangatkan. Karena di ruang rindulah aku mensyukuri sebuah ingatan. Dan di situlah kadang aku terisak. Sebagai isyarat aku masih punya rasa.

Terimakasih untuk sepagi
Terimakasih untuk sesore
Terimakasih untuk hari ini
Bahwa dulu kau tak ada
Lalu selalu ada
Lalu kini, kau kembali tak disamping
Aku hanya bisa berkunjung
Atau kau yang datang
Terimakasih
Semoga tiap-tiap ruas jalan menyaksikan 
Bagaimana dulu do'a kita dilantunkan
Bagaimana dulu di kedinginan,
pelukan kita menghangatkan
Bagaimana dulu di kelemahan,
kita saling menguatkan
Kita takkan selalu menjadi yang terbaik
Tapi lukisan kita,
terlanjur digores,
di kanvas terbaik
Semoga tiap bait ingatan
Mengajari kita
Bagaimana merayakan kenangan
Di tiap harinya
Di tiap detiknya
Kau ada
Selalu ada
Dalam hembusan
Dalam tiap bait do'a


Komentar

Postingan Populer