Coret-coret

 
# Menatap jalanan. Menatap kerlip pegunungan. Menatap mentari yang hendak pulang. Menatap hari menjelang malam. Menatap gemerlap yang menabur kenangan.

 # Biarlah detik-detik berlalu. Meninggalkan gurat yang sedikit pilu. Aku bukan tak kuasa menatap yang lalu. Hanya saja mungkin lebih baik, aku tak lagi seperti dulu. Temukan aku kini.

 # Dari kebersamaanku bersama diriku, aku belajar bahwa pembelajar butuh kalbu. Yang tahu kapan harus dingin. Kapan harus hangat. Yang tak boleh lelah berbaik sangka. Semoga ia yang sedang melenceng, pulang lagi.

 # Tapi aku kagum. Betapa ia mau baik. Meski sekelilingnya tak berteriak kegirangan. Tak memberi applause kebanggaan.

 # Ah ya, aku cukup belajar. Tak perlu mencari keramaian. Biar rasa ramai itu tumbuh pada diri. Tak perlu menuntut dorongan. Biar nanti diri belajar, jadi pendorong kemauan sendiri. Lalu pandai mendorong yang lain. Yang rajin memperbaiki.


                                                          Shall    :))

Komentar

Postingan Populer